Ricuh penyadapan bisa berdampak panjang terhadap hubungan Indonesia-Australia. Jika benar negeri Kanguru tersebut melakukan penyadapan, maka Kementerian Perdagangan (Kemendag) siap melakukan embargo impor sapi.
Namun sebelum melakukan hal tersebut, Kemendag akan melakukan kajian terlebih dahulu. Sebab, hubungan bilateral Indonesia dan Australia telah berlangsung lama.
"Kita mencari langkah alternatif. Sebab beberapa produk di Indonesia masih diimpor dari Australia. Tahun lalu nilai perdagangannya mencapai USD11-USD12 miliar per tahun," kata Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, Selasa (19/11).
Salah satu kebijakan yang bisa dilakukan, diantaranya menghentikan impor sapi. Namun langkah ini perlu dipikirkan matang-matang. Sebab, konsumsi sapi di dalam negeri meningkat 15 persen per tahun.
"Semua hal tersebut harus dipikirkan kesiapannya," tandasnya.
Kendati demikian, dirinya tetap mengecam bila aksi penyadapan tersebut benar terjadi. "Ini adalah bentuk pengkhianatan yang dahsyat sehingga perlu ditindak tegas," tuturnya.
Sumber ; Facebook Artati Sansumardi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar