Bulan Sabit Kembar Tamalanrea- PKS itu mirip bunga desa yang selalu diburu dan tak pernah layu walau diterpa kemarau hingga hujan berbatu. Konon thesis saya berjudul Penerapan Syariat Islam Menurut PKS yang diloloskan UI, bahkan masuk dalam deretan bibliografi dan disimpan apik di Australian National Universty.
Kini, setelah kasus LHI digantung tak berpangkal bahkan tak berujung,
tak kurang lebih satu bulan lamanya PKS menghiasi layar kaca dan media
nasional dari yang online hingga cetak. Dari acara beken semacam ILC
hingga acara Khazanah, bahkan acara komedi di Trans TV dan ANTV: LHI dan
Sapi seakan inheren. Dosa PKS adalah dosa almuubiqoot, tanpa melihat
asas praduga tak bersalah dan logika hukum yang mengalahkan nurani dan
psikologis hukum itu sendiri. Pokoke jika PKS yang tersandung kasus,
saatnya semua pihak bergoyang dan menggoyang. Jika perlu goyangannya
mengalahkan goyang patah-patah, goyang ngebor, goyang itik, apalagi
goyang molen.
Target dan sasaran dari berita pembusukan karakter dan penghancuran
opini jelas dan terang. Realita ini sebenarnya telah dituliskan
buku-buku rujukan basis dakwah PKS seperti yang ditulis DR. Syaikh Abu
Syadi, Syaikh sayyid Quthb, Syaikh AlQaradhawi, hingga trainer kenamaan
DR.Ibrahim Faqi. Diantara nya adalah:
Pertama; Al-Ihbath 'alaa nafsihi
Ihbath bermakna: Menjatuhkan semangat juang, menurunkan tensi
tsiqoh, atau memperlambat derap kader-kader yang berada dalam barisan
PKS.
Kasus LHI dijadikan serum yang meracuni nalar dan nurani kader, sehingga
target minimal adalah: menjadikan kader-kader akar rumput membuat jarak
dengan institusi PKS. Target selanjutnya adalah menjadikan kader-kader
yang allaamubaalaah (tak siap diperintah, membangkang). Muncullah penggembosan di kemudian hari.
Kedua; Alinhithaat fii ihtimaami kawaadirid dakwah
Maksudnya adalah: membuat labil fokus dan perhatian kader-kader dakwah.
Sehingga ada yang mempertanyakan kembali kebijakan mihwar-mihwar dakwah,
atau kebijakan aljamaa'ah hiyal hizb walhizb huwal jamaa'ah, atau mengkritisi kebijakan yang bukan domain dan wilayah kewenangannya.
Kritis atas dasar nashihat, akan berbeda dengan kritis atas dasar
fadhihat. Maksudnya kritis karena niat menasihati akan berbeda dengan
kritis yang didasari mengumbar aib. Namun kembali, fokus kader-kader
untuk ishlahul hukuumah menjadi terpalingkan. Tentunya tanpa menapikan
adanya praktik-praktik tak patut yang dilakukan juru-juru dakwah PKS
baik di parlemen maupun pemerintahan.
Ketiga: AlIktsar minannaqdi lilAakhariin
Maksudnya, kader-kader PKS disibukkan untuk menangkis tuduhan, membalas
cacian, bahkan memojokkan pihak-pihak yang dianggap kontra.
Jurus mabuk seringkali menjadi andalan. Saat kader-kader PKS terpancing
emosi, target dari poin pertama dan kedua telah berhasil. Publik akan
membaca: Kader-kader yang rajin tilawah, shalat malam, ngaji mingguan,
ternyata tak jauh beda dengan orang kiri atau faksi perjuangan yang
berbasis otot, cacimaki, serta tebaran fitnah. Podo wae....sami mawon...
CINTA KERJA HARMONI hanya slogan.
Singkat kata, kasus LHI akan terus dipelihara hingga 2014. Sebagai
sandra agar daya ledak energi kader-kader PKS TIDAK BESAR. Jikapun ada
yang terjadi bukan ledakan tapi letupan yang tak berefek selain
merontokkan gigi nenek kakek para orangtua negeri ini yang rakus
kekuasaan. Jadi memang, mari kembalikan izzah diri untuk selalu mawas
diri, tak terpancing emosi. Karena kesulitan itu tanda bahwa PKS benar
benar ada dan perjuangannya nyata.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar